Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2009

Pendidikan Indonesia Tak Ajari Siswa Wirausaha

Rabu, 25 Februari 2009 | 20:44 WIB
Laporan wartawan Lukas Adi Prasetyo

SLEMAN, RABU - Proses pendidikan di negeri ini tidak mendidik orang mempunyai cukup bekal berwirausaha. Itu karena siswa dan mahasiswa jarang sekali disentuhkan dengan beban risiko, ambiguitas, dan ketidakpastian, yang notabene adalah kenyataan hidup.

Hal itu disampaikan pengajar Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) yang juga mantan rektor UAJY Slamet S Sarwono, Rabu (25/2), dalam diskusi Menjawab Tantangan Global Dari Jogja Melalui Nilai Budaya Imlek, di UAJY.

Siswa dan mahasiswa mengejar nilai, dosen gampang memberikan nilai A dan B, dan orang tua puas jika rapor dan prestasi akademik anaknya bagus. "Hasil angka yang bagus, tak mendidik anak untuk punya mental bagus kala menghadapi risiko," ujarnya.

Slamet bercerita bahwa ketika ia mengambil gelar doktor di luar negeri, pernah melihat sejumlah temannya yang pulang tanpa membawa gelar. "Di sini, ketika orang mengambil gelar doktor, pasti dapat. Tapi di universitas-universitas luar negeri, belum tentu," ujarnya.

Pegawai negeri sipil (PNS) di luar negeri, kualitasnya jauh dibanding PNS Indonesia. PNS di Kantor Imigrasi Malaysia misalnya, sigap dan aktif melayani. Tak heran jika negara itu maju . Bukan karena penduduknya sedikit maka negaranya maju, tapi karena karakter dan mental warga di sana sudah terbentuk sejak di bangku sekolah, katanya.

Sementara di Indonesia, status sebagai PNS yang mendudukkan orang menjadi tenaga kerja dengan beban kerja nyantai, tanpa parameter pengawasan ketat, dan tanpa resiko dikeluarkan dari pekerjaan, membuat PNS amat kurang punya mental melayani dan berwirausaha.

kompas.com

Australia Tawarkan Beasiswa Pendidikan

Australia Tawarkan Beasiswa Pendidikan


JAKARTA, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia mengajak akademisi dan profesional Indonesia untuk ambil bagian dalam pendaftaran beasiswa Endeavour Awards 2010.

Program beasiswa ini berbasis persaingan internasional dan prestasi yang menawarkan kesempatan kepada pelajar, peneliti, dan profesional berprestasi tinggi dari kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, untuk melakukan kajian, penelitian, dan pengembangan profesi di Australia dalam sejumlah disiplin ilmu.

Bill Farmer, Duta Besar Australia untuk Indonesia, di Jakarta, Selasa (7/4), mengatkan program Endeavour membangun jaringan yang lestari antara warga Indonesia dan Australia, maupun dengan akademisi dari berbagai belahan dunia. Hubungan ini akan terus berlanjut setelah mereka kembali ke Indonesia.

"Setiap tahun sejumlah warga Indonesia pergi ke Australia di bawah program Endeavour. Kami mendorong akademisi dan profesional Indonesia untuk mengajukan pendaftaran dan sangat berharap lebih banyak lagi warga Indonesia yang menerima beasiswa pada 2010," kata Farmer.

Pendaftaran ditutup pada 31 Juli. Untuk informasi lebih lanjut lihat di www.endeavour.deewr.gov.au.